
Melihat kasus DBSK vs SM, aq seperti menonton ulang sebuah film tentang tragedi kelompok sirkus di Timur Tengah beberapa tahun silam. Kelompok sirkus tersebut begitu fenomenal dan terkenal. Banyak orang datang berbondong – bondong demi menyaksikan pertunjukan akrobatik yang memukau. Suatu ketika, salah seorang pawang mengeluarkan pertunjukkan seekor macan yang telah dilatih menuruti perintahnya agar bisa melompat kesana kemari menyebrangi lingkaran api. Dengan cemeti di tangannya, sang pawang menyuruh macan itu duduk diatas balok tepat disamping dirinya. Seluruh penonton terkesima melihat bagaimana hebatnya pawang tersebut menjinakkan macan seberat 100 Kg tersebut. Tetapi decak kagum mereka berubah menjadi jerit histeris ketika tiba – tiba saja macan yang telah jinak dididik sejak kecil tersebut mengaum marah dan berbalik menerkam sang pawang. Sang pawang selamat, meski harus mendapat puluhan jahitan di tangan kanannya, namun masalah ini bermuara di pengadilan karena sang pinpinan sirkus dianggap bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Sirkus miliknya disegel dan ditutup oleh pihak berwajib, dan sang macan sendiri diserahkan pada pihak kebun binatang.
Kasus DBSK vs SM ini ibarat perseteruan macan dan sang pawang. Macan yang didik dan dilatihnya sejak kecil yang dianggapnya sudah jinak dan tidak berbahaya tiba – tiba saja berbalik menggigit nya. Prediksi sebagian pengamat musik bahwa kasus DBSK VS SM cepat atu lambat akan menimbulkan fenomena “Butterfly Effect” tampaknya tidak meleset. Tidak sedikit orang, termasuk seluruh pengamat industry hiburan menyoroti dan mengikuti perkembangan kasus ini. Ibarat Bola salju yang menggelinding, sengketa “guru-murid” ini hari demi hari kian membesar. Masalah yang awalnya hanya berupa internal konflik antara SM dan DBSK sendiri, kini mulai meluber kemana – mana. Ya..,Kasus DBSK soal “slave contract” kini mulai menyebabkan chaos, dan banyak perusahaan agensi artis kini mulai mengalami krisis mental. Hampir dipastikan kini mereka semua dan para artis mulai menilik kembali surat kontrak kerja yang pernah mereka buat dulu. Kasus ini bisa dijadikan tanda warning, bahwa “slave contract” sudah menjadi “never-ending story” di kalangan pelaku industry hiburan terutama untuk mereka yang berkarir dalam group.
” Slave Contract “

Persetruan berdarah antara agensi no1 Korea, SM entertainment dengan group no 1 Asia DBSK kini menjadi santapan lezat para pers karena kabarnya pemerintah, terutama bagian ketenagakerjaan-pun sudah mulai pasang mata-telinga soal kasus ini. “ Slave Contact “ alias budak-kontrak ini sudah momok penyakit yang sulit disembuhkan. Terakhir adalah Shinhwa, setelah permasalahan mereka selesai isu “slave contract” ini mengalami hiatus untuk berberapa tahun, sebelum akhirnya kembali mencuta ke permukaan publik setelah DBSK mengibarkan bendera perang melawan perusahaan tempat mereka bernaung selama ini SM entertainment. Publik, khalayak luas, dan para fans seolah – olah dibangunkan dari mimpi. Mereka dipaksa melihat sederet fakta pahit dibalik dunia glamour dibawah sorotan lampu , tempat dimana seorang idola mereka hidup selama ini.
Kini media mensortir kontrak kerja 3 perusahaan terbesar yang paling mendominasi selain SM tentunya. JYP, DSP, dan YG ikut kena imbas kasus “slave contract” ini. Menurut data yang didapat, Wonder Girls, Big Bang, ss501 dikontrak untuk periode 7, 6, dan 5 tahun. Dan bila periode kontrak kerja ini dijadikan pembanding dengan para artis SM yang “diikat” selama 13 tahun ..maka wowww….Kini, jangan salahkan mereka- mereka yang mengganti singkatan SME ~ Star Museum entertainment dengan kepanjangan baru, SME ~ Slave Management Entertainment ^^
Pertanyaan…dengan kasus sengketa kontrak budak yang dibawa ke pangadilan, Siapakah yang paling banyak disorot oleh media saat ini ?
Tentunya DBSK, secara mereka salah satu pelaku di dalam skenario hukum. Tapi dilihat dari ikatan kekeluargaan para artis SM yang begitu erat, nama besar semacam Superjunior, SNSD, bahkan Shinee mau tidak mau pasti ikut terseret. Kini mereka semua menjadi topic pembicaraan di kalangan masyarakat, media, dll. Bukan karena penjualan album baru, skandal ataupun prestasi , melainkan system kontrak kerja mereka. Semua orang penasaran, bila DBSK yang angka penjualan albumnya menembus 400.000 keping, dengan 5 anggota member saja pendapat nominal mereka hanya 6 digit. Maka bagaimana dengan Superjunior dan SNSD yang masing – masing memiliki jumlah anggota 13 & 9 orang ? Yah..apa boleh buat…Mereka hanya bisa pasrah jika hal paling pribadi yang seharusnya tabu dibicarakan ini, diumbar dan diketahui orang banyak.
13 years of Contact ! ( wajib militer 2 tahun tidak ikut dihitung )

Judul itu tertampang lebar sebagai artikel headline. Akhirnya diketahui, bahwa kontrak masing – masing anggota member SJ & SNSD berbeda satu sama lain, tapi tetap dalam periode 5 – 13 tahun. Perbedaan ini dikarenakan mereka debut di tahun yang berbeda. Dalam SJ, bisa diambil contohnya Kangin yang lebih dulu menandatangani kontrak karena statusnya sebagai VJ news program. Atupun Kyuhyun yang baru debut di tahun 2006. Disebutkan juga, bahwa setelah kasus ini menjadi kontroversi, para member SJ mengadakan pertemuan anggota dan membahas masalah ini.
Melalui percakapan via-phone 3 Agustus lalu, salah satu member SJ yang tidak diketahui siapa menjelaskan, “ Meski aku ingin pindah perusahaan, tapi kami masih terikat kontrak, dan bila itu dilanggar..kami harus membayar uang penalty yang jumlahnya tidak bisa kalian bayangkan. Karena kami ber-13, otomatis pengahsilan kami harus dibagi menjadi 13, dengan kata lain..sebenarnya penghasilan kami tidak seberapa dengan popularitas kami yang cukup tinggi. SM bahkan sempat menerapkan system dimana kami harus membayar sendiri ongkos stylish, dll..tapi member kami yang lebih senior merundingkan masalah ini dan mengklarifikasinya. Kami tidak bisa berbuat apa – apa meski terkadang kami merasa dirugikan dengan keputusan perusahaan..”
Banyak orang berharap kasus ini bisa diselesaikan secepatnya, sebab artis lain di SME mulai merasakan dampak negative dari sengketa ini. Leeteuk dan Eunhyuk mulai terlihat tidak nyaman, mengingat salah satu member merupakan sahabat baiknya sendiri. Salah satu artis SM pun turut angkat bicara soal kasus ini “ Kasus DBSK’s sunbae sangat pahit untuk dilihat ,seakan – akan itulah yang akan terjadi pada kami semua di masa depan. Sekarang aku tidak bisa kosentrasi saat tampil di atas panggung dan acara yang lain. Ada beban pikiran yang terus menghantuiku…”
Yup…, kontrak group music memang jauh lebih menyedihkan dibanding solo artis baik dari segi penghasilan, dll. Dari yang terlihat selama ini, para fans beranggapan SM sangat meng-anak-emas-kan BOA dan Kangta. Sebenarnya bukan meng-anak-emaskan, tetapi lebih kearah partner kerja, mengingat Kangta dan BOA merupakan salah satu dari pemegang saham dan mempunya andil dalam bagian profit perusahaan. Kontrak kerja dan sistem pembagian honor pastinya jelas berbeda dengan singing group lainnya. Ditambah lagi sang manager merupakan kakaknya sendiri, pastinya ada hitung – hitungan tersendiri antara mereka dan SM

Singkatnya untuk kondisi penghasilan Superjunior :
- Kontrak masing – masing member berbeda satu sama lain ? TRUE..masing – masing member memiliki kontrak yang berlainan, secara mereka bukan murni singing group, melainkan entertainment group yang memiliki spesifikasi bidang2 yang berlainan.
- Salah satu SJ member melakukan wawancara singkat dengan wartawan via-phone ? kabar menyebutkan wawancara singkat itu memang terjadi, tapi kebenarannya masih diragukan.
- Pengahasilan SJ harus dibagi menjadi 13 ? TRUE…selama group mereka beranggotakan 13 orang, otomatis penghasilan mereka harus dibagi sama rata
- Hasil keringat mereka dibagi bedasarakan jumlah member yang ikut dalam CF, Show, dll. Seperti CF Fino~ KRY + Siwon..penghasilan yang mereka terima hanya dibagi 4, sesuai member yang bermain dalam iklan tersebut. Tapi tentunya tidak seluruhnya masuk kantong, penghasilan itu masih harus dipotong pajak, stylish, costume dan manager ( rata2 manager menerima 10-20 % dari penghasilan artis ), jadi bisa dipastikan penghasilan member SJ gak sebanyak yang dikira orang selama ini. Untungnya mereka tidak perlu membayar biaya sandang, pangan, papan, untuk 3 kebutuhan pokok ini, SM menanggung semuanya.
Music Producer says …:

Kita sebagai fans yang melihat, merasa idola kita tak ubahnya sebagai budak perusahaan yang keringatnya diperas habis tanpa mendapat imbalan yang setimpal. Kontrak kerja selama 13 tahun bagi kita semu lebih mirip ikatan kontrak seumur hidup dibanding kontrak kerja. Kontrak yang sangat gak masuk akal ! SM tak ubahnya lintah penghisap darah, dll . Forum – forum Cassie, ELF pasti sudah dipenuhi oleh kalimat sumpah serapah, cacian A-Z yang semuanya ditujukan pada Lee Soo Man, presiden SM. Tapi bukannya kata orang, cacian yang kita tujukan buat seseorang malah membuat orang tersebut makin jaya ? Mungkin caci maki, jampi – jampi, dan kutukan para fans buat SooMan-lah yang membuat pria ubanan itu makin jaya T__T
Yah..itu-lah pendapat kita dari sudut pandang seorang fans. Tapi kita gak boleh lupa, warna papan catur gak pernah ada yang putih polos, selalu hitam putih. Kita sebagai fans boleh saja berkoar – koar dan mengutuk perbuatan SM pada DBSK,SJ, dll tapi..
“ Mereka tidak tahu akan kondisi yang sebenarnya ?” Seorang musik produser yang entah siapa namanya mengeluarkan statement dari segi pandang orang bisnis seperti halnya SooMan.
Menurutnya, kontrak 13 tahun itu sama sekali bukan sumber permasalahan. Dan itu memang betul, dalama UU tak ada aturan yang menyebutkan kontrak diatas 10 tahun itu melanggar hukum. Banyak artis – artis Korea seperti Jang Yoon Jung dan Park Hyun Bin yang kontrak kerjanya berusia 10 tahun, bahkan contoh nyata adalah grup girlband Jewelery, yang tahun ini sudah memasuki usia ke 8 di bawah perusahaan yang sama sejak mereka debut. Selama distribusi honor mereka transparant, ada hitam diatas putih, dan adanya rasa saling percaya antara sang artis dan agensi mereka, angka 13 tahun dalam kontrak tersebut tidak menjadi masalah. Sama halnya sengan seorang karyawan. Banyak kita temui karyawan di luar sana yang mengabdi lebih dari 15 tahun di satu perusahaan, bahkan seumur hidup. Permasalahan SM dan DBSK sebenarnya lebih dipicu rasa saling curiga antara mereka berdua.
Para produser musik sendiri tidak percaya dengan mencuatnya masalah “13 years contact ” ini. Karena selama ini, kontrak jangka panjang tidak pernah timbul sebagai masalah. Mereka bahkan tidak tahu menahu situasi seperti ini sebelumnya. Sebab, rata – rata musisi Korea debut di usia yang begitu muda, bahkan beberapa diantaranya masih sekolah dasar. Jika perusahaan mereka memenuhi seluruh kebutuhan para calon artis tersebut, tidak ada perusahaan yang akan bertahan.
Menurut Park Jo Chang, salah satu majelis nasional. Bila DBSK ingin memenangi tuntutan soal 13 Years Contact ini bisa menuntut SM dengan 384 ayat 1 tentang penipuan terhadap anak di bawah umur untuk menandatangani kontrak kerja dan menggunakan mereka untuk keuntungan besar ~ sebab kontrak kerja tersebut diteken saat member mereka berusia dibawah umur ~
Namun, sebuah statemen bijak diutarakan oleh salah seorang presiden perusahaan entertainment ( bukan SM ). ” Aku memperhatikan kemana arah kasus ini akan bermuara. Rata – rata setelah terkenal, barulah mereka mempermasalahkan ini dan itu, Setidaknya, aku ingin para artis tersebut melihat dari sudut perspektif kondisi perusahaan mereka. Aku harap, dengan adanya kasus ini bisa menjadi kesempatan, agar kesalahpahaman yang selama ini terus menerus terjadi antara penyanyi dan perusahaan bisa terselesaikan dengan baik “
****

Aq gak menyalahkan siapa – siapa dalam kasus ini, bukan salah SM, juga bukan DBSK. sebab kita tidak bisa melihat masalah ini salam satu sisi pandang. Sebab pada dasarnya, DBSK dan SM sama – sama saling membutuhkan satu sama lain. Tanpa DBSK, SM dipastikan akan tumbang, selama kasus ini berjalan beberapa pemegang saham mulai terlihat gelagat akan mencabut subsidi mereka atas SM, sebab selama ini DBSK merupakan artis kesayangan SM sekaligus sumber pemasukan terbesar mereka selama ini. Kalau sampai DBSK cabut, entah apa yang akan terjadi dengan keuangan SM yang baru pulih setelah mereka merugi 2008 silam. Tapi sebaliknya, diharapkan DBSK juga tidak melupakan jasa orang – orang yang membuat mereka seperti sekarang ini, meski banyak fans membenci SM, tapi kita akui bahwa lewat tangan dingin mereka, promosi yang tepat, tempaan latihan, komposer dan lagu handal-lah yang mengantarkan DBSK ke puncak popularitas dan menghipnotis 800.000 cassie.
SM lintah darat, rakus akan uang ,dll. Ayolah.., disaat kita membicarakan bisnis, tak ada hal lain di pikiran kita selain Uang dan Untung ! Sebisa mungkin mendapat untung sebanyak – banyaknya, dengan pengeluaran sekecil – kecilnya, itu yang menjadi prinsip dasar dalam berbisnis. Sebagai penjual, sebisa mungkin menekan harga bahan baku bukan ? Uang merupakan pemicu perseteruan SM ~ DBSK. sebab sinkronisasi keduanya kini sudah tidak seirama lagi.
Diawal karirnya, Soo Man juga adalah penyanyi namun kegagalan menghentikan langkahnya. Dia mendirikan SM entertainment dengan sebuah impian..kelak, dari tangannya akan lahir penyanyi – penyayi berkualitas yang akan melanjutkan mimpinya yang belum terwujud. Sedangkan saat SJ dan DBSK memasuki lobi depan SM, tak ada hal lain selain impian mereka menjadi penyanyi dan terkenal, SM menemukan bakat mereka dan memolesnya sedemikian rupa, di pundak merekalah tumpuan harapan itu diberikan.
SJ & DBSK menjawab tumpuan harapan tersebut, mereka berlatih keras siang dan malam, merelakan jam tidur hingga 3-4 jam, syuting, rekaman, dll…saat itu uang tidaklah menjadi prioritas utama mereka yang masih remaja, mereka hanya ingin sukses, mendapat penghargaan dan dikenal semua orang. Begitu juga dengan SM, demi anak didik mereka tetap eksis di dunia entertain yang penuh persaingan, dimana yang kuat-lah yang bertahan, maka uang tak jadi soal. Mereka berani mengambil resiko dan menginvestasikan uang dalam jumlah banyak demi mengantarkan mereka ke gerbang kesuksesan. Banyak penyayi bertalenta namun tenggelam setelah muncul ke permukaan, dan SM tidak ingin hal tersebut terjadi pada mereka. Itulah sebabnya mereka memberlakukan cara yang diangap ekstrim dan kejam bagi sebagian orang. SJ & DBSK mungkin tersiksa tapi mereka menjalaninya dengan saling tolong menolong satu dengan yang lain. Ini merupakan bukti mereka telah mempercayakan masa depan mereka pada perusahaan ini.
Kini, mereka semua telah beranjak, dari remaja kanak – kanak memasuki dunia orang dewasa. Pemikiran mereka yang dulu naif dan irasional, lambat laun mulai menjadi rasional dalam memandang masalah hidup. Impian SM, dan DBSK sudah tercapai. Popularitas dan ketenaran kini sudah digenggam mereka. Dan perlahan, peti harta yang dulu terkunci rapat mulai terbuka. SM mulai terlena dengan puluhan digit nominal yang mereka dapatkan, dan mereka belum terpuaskan dan berharap bisa menambah lagi dan lagi. Disaat SM terlena, DBSK mulai merasa tersiksa. Mereka mulai merasa bahwa digit nominal yang mereka dapatkan tidak sebanding dengan tetes keringat mereka 6 tahun ini.
Kini “Pernikahan” mereka mulai mendapat cobaan. Kita sebagai penonton hanya menginginkan hasil yang terbaik, dan berharap kedua belah pihak berhasil mencapai kata sepakat. Dibandingkan dengan membawanya ke meja hijau, alangkah baiknya mereka membawa ini ke meja makan. Secara kekeluargaan, sebab SM masih mencintai DBSK, dan sepertinya masih ada cinta untuk SM yang dimiliki DBSK. Jangan sampai cinta itu kemudian berubah menjadi benci dan saling menghancurkan satu sama lain. Dan berharap jangan sampai Superjunior kelak mengalami hal yang sama, semoga kasus ini menjadi yang pertama dan yang terkahir. Sebab semua orang menginginkan hal yang sama. Andaikan suatu saat nanti DBSK, SJ, SNSD, Shinee, dll meninggalkan SM untuk selamanya, Lee Soo Man sendirilah yang akan mengantarkan mereka keluar dari gerbang SM dan mengucapkan terimakasih, berpelukan, dan berjabat tangan “semoga kita masih bisa bersahabat”


0 komentar:
Posting Komentar